Batik Tulis Madura


Salah satu bentuk seni budaya, batik tulis Madura banyak diminati dan populer di kalangan konsumen lokal dan internasional. Bentuknya yang khas dan motif batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen.

Tradisi kain batik tertanam cukup kuat di kalangan masyarakat Madura. Bahkan ketika kain batik belum sepopuler seperti ini, masyarakat Madura tetap memproduksi dan mengenakan pakaian batik, karena batik merupakan bagian dari adat dan budaya mereka sehari-hari. Kini ketika kain batik sudah begitu populer dan memasyarakat, para perajin dan pengusaha batik di Pulau Madura semakin bergairah dalam memprodusi kain batik.

Motif Batik Madura

Cukup banyak motif batik Madura yang ada, namun hanya beberapa yang sangat dikenal masyarakat. Misalnya adalah Serat Kayu, Pecah Beling, Sekar jagat, Klasik, serta Batik Cap.

Serat Kayu
Sesuai namnya, motif ini memiliki keunikan dimana corak dari batik tersebut menyerupai corak seperti serat pada kayu. Corak seperti ini apabila dipakai akan memberikan kesan langsing kepada pemakainya. Panjang kain sekitar 2 meter dan lebar 110 cm. Terbuat dari kain katun yang lembut dan dingin di kulit. Motif serat kayu tersedia dalam berbagai warna yaitu, putih kuning hijau biru dan gradasi 3 dimensi yaitu paduan antara hijau muda dan hijau tua.


Jenis Batik Madura

Batik Madura kaya akan motif. Ada dua jenis batik Madura, yakni Gentongan dan Sakera. Namanya memang unik, masing-masing mencirikan khas budaya Madura.

1. GENTONGAN

Batik ini pewarnanya di buat dari warna alam, sejenis kulit kayu dan dedaunan yang diambil dari alam. Batik ini berasal dari Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Dinamakan GENTONGAN, karena dalam pembuatannya harus melalui proses perendaman dalam gentong selama kurang-lebih 6 bulan. Bahan yang digunakan untuk merendam adalah minyak kacang atau minyak randu. Hasil akhirnya pun sangat istimewa, kain terlihat basah dan ketika diraba terasa sangat halus. Tak heran jika harganya cukup tinggi, hingga puluhan juta rupiah.

2. Jenis SAKERA

Batik SAKERA sendiri berasal dari nama seorang pahlawan dari Pulau Madura yang bersenjatakan clurit. Busana sakera atau baju sakera adalah baju yang dipakai oleh Sakera. dan akhirnya di tetapkan sebagai Pakaian Adat Madura atau Baju Adat Madura.